10 Naskah Pilihan Festival Drama Realis Remaja Tingkat Jawa Tengah 2012

Senin, 15 Oktober 2012 gusmel riyadh


10 Naskah Pilihan 
Festival Drama Realis Remaja Tingkat Jawa Tengah 2012

Anda dapat dowload naskah berikut ini secara gratis untuk keperluan Festival Drama Realis Remaja se Jawa Tengah yang diikuti oleh SMA se-Jawa Tengah
  1. naskah Mak Comblang >>Download
  2. naskah RT Nol RW Nol >>Download
  3. naskah Kisah Cinta Dan Lain-lain >> Download
  4. naskah Ayahku Pulang >> Download
  5. naskah Si Bakhil >> Download
  6. naskah Senja Dengan Dua Kelelawar >> Download
  7. naskah Tempat Istirahat >> Download
  8. naskah Bunga Rumah Makan >> Download
  9. naskah Kebebasan Abadi >> Download
  10. naskah Gempa >> Download
Drama realis merupakan dasar para pelajar dan tolak ukur dalam bidang seni teater. Festival Drama Realis Remaja merupakan wadah penyalur minat dan bakat seni bagi generasi muda yang lebih konstruktif khususnya dalam bidang Seni Teater. Dengan adanya FDRR ini semoga menumbuh kembangkan sekaligus menggairahkan kehidupan Seni Teater di SMA dan sederajatnya juga generasi muda pada umumnya.

konfirmasi keikutsertaan paling lambat 17 November 2012

SYARAT PESERTA Festival Drama Realis Remaja Se-Jawa Tengah (FDRR)

Naskah Gempa

gusmel riyadh


GEMPA
Karya  B. Sularto

  
PARA PELAKU

Letnan             Wanita usia 27 tahun, Komandan Kompi “BANTENG”

Mayor              Pria usia 35 tahun, Komandan Batalyon 013 “LASKAR GABUNGAN”

Kapten                        Pria usia 30 tahun, Komandan Kompi “GARUDA HITAM”

Kopral             Pria usia 29 tahun, Ajudan Komandan Kompi “BANTENG”



SENJA DENGAN DUA KELELAWAR

gusmel riyadh


Lakon
SENJA DENGAN DUA KELELAWARKarya  Kirdjomulyo

 PELAKU
  1. Ismiyati
  2. Suwarto
  3. Mursiwi
  4. Marsudi
  5. Mardikun
  6. Tomokaryo
  7. Siswoyo
  8. Sulaiman


Tempat Istirahat naskah teater David Campton

gusmel riyadh


Lakon
TEMPAT ISTIRAHAT
Karya : David Campton

  
DI PEKUBURAN UMUM, TERDENGAR SUARA-SUARA BURUNG. DERU RIBUT KENDARAAN DI KEJAUHAN. SEPASANG ORANG TUA SEDANG DUDUK DI BANGKU. HARI SUDAH SORE

NENEK
Jadi jauh.

KAKEK
Jadi lebih jauh.

NENEK
Aku gembira bisa duduk di sini. Bagaimanapun, kebaikan merekalah menempatkan bangku di sini, dimana kita bisa bebas melihat bunga.

KAKEK
Apa yang akan kita makan nanti malam?

NENEK
Sudah bertahun-tahun.

Naskah Teater Si Bakhil

gusmel riyadh


 LAKON

KARYA  MOLIERE

SI BAKHIL


Tokoh-tokoh


BARAJA                                75 th., laki-laki.

MALNA                                 25 th., laki-laki, anaknya Baraja.

MARNI                                  23 th., Perempuan, anaknya Baraja.

ANA                                       23 th., Perempuan.

RIDO                                      25 th., laki-laki, pelayan Baraja.

BIK URIP                              45 th., perempuan, pelayan Baraja.

TANRI BESARI                    60 th., laki-laki, pengusaha.

HURI                                      40 th , laki-laki, orang suruhan  Baraja


naskah teater RT NOL RW NOL

gusmel riyadh

LAKON

RT NOL RW NOL

Karya Iwan Simatupang 

ADEGAN I

KOLONG SUATU JEMBATAN UKURAN SEDANG, DI SUATU KOTA BESAR. PEMANDANGAN BIASA DARI SUATU PEMUKIMAN KAUM GELANDANGAN. LEWAT SENJA. TIKAR-TIKAR ROBEK. PAPAN-PAPAN. PERABOT-PERABOT BEKAS RUSAK. KALENG-KALENG MENTEGA DAN SUSU KOSONG. LAMPU-LAMPU TOMPLOK.
DUA TUNGKU, BERAPI. DI ATASNYA KALENG MENTEGA, DENGAN ISI BERASAP. SI PINCANG MENUNGGUI JONGKOK TUNGKU YANG SATU, YANG SATU LAGI DITUNGGUI OLEH KAKEK. ANI DAN INA, DALAM KAIN TERLILIT TIDAK RAPIH, DAN KUTANG BERWARNA, ASYIK DANDAN DENGAN MASING-MASING DI TANGANNYA SEBUAH CERMIN RETAK. SEKALI-KALI KEDENGARAN SUARA GEMURUH DI ATAS JEMBATAN, TANDA KENDARAAN BERAT LEWAT. SUARA GEMURUH LAGI.


Mak Comblang

gusmel riyadh


Lakon TeaterMAK COMBLANG
Adaptasi dari “The Marriage”Karya Nikolai Gogol



Sebuah adaptasi dari “The Marriage”
Karya Nikolai Gogol ( 1809 – 1852 )
Terjemahan Asrul sani dan Teguh Karya Praktek Comblang merupakan hal yang amat lumrah dimana saja di dunia ini, bahkan pada abad modern sekarang ini. Gogol menyindir dengan keras praktek Comblang semacam itu, juga orang-orang yang mabuk kekayaan, feodalisme dan mabuk
kekuasaan.

“Mak Comblang” menggambarkan segala macam tingkah manusia, orang-orang yang ambisius, angkuh, sok priyayi, kenes dan mmbanggakan diri secara berlebihan, serta orang yang kehilangan akal sehatnya karena haus kekayaan. Mereka menganggap perkawinan hanyalah transaksi dagang yang selalu harus memperhitungkan untung dan rugi secara materi.


DRAMATIC PERSONAE


  1. - Akhmadin Akhmad
  2. - Karta
  3. - Karim
  4. - Ny. Eliya
  5. - Tigor
  6. - Rd.Tatang Serabi
  7. - Arjuna
  8. - Ambarita Ruwanti
  9. - Arina
  10. - Siti


KEBEBASAN ABADI

gusmel riyadh


“ KEBEBASAN ABADI “
Karya : C . M . Nas

SERSAN              : Sampai kapan kita mesti begini ?
KAPTEN           : Sampai angkatan laut  republik datang , dan bukan lari seperti kita,     tapi datang  membawa berita kemerdekaan penuh !
SERSAN           : Kalau mereka tak datang ? ( mendesak , dan Srikandi datang )
                            ( makin keras ) apa ada harapan!!
KAPTEN           : Harapan tetap ada ! , segala harapan !!!
SERSAN           : ( menjawab cepat ) Juga harapan mati !!?
KAPTEN           : Kau takut ?!

Malam Gelisah

Selasa, 31 Juli 2012 gusmel riyadh


NASKAH MONOLOG
“MALAM GELISAH”
By : ida khoirotin

Pemain duduk di tengah penonton, dan mengajak dialog, salah satu penonton, sedang panggung lampu biru menyorot ranjang kosong, dengan di iringi lagu jazz yang melankolis

Pemain : pemain menatap tajam mata salah satu penonton, dengan ekspresi penuh harapan.Sungguh ! hari ini, aku melihat cakrawala di wajahmu. Terdiam. Bagaimana bisa, angin begitu saja berhembus, tanpa tanda tanya atas resahku ini. Tertunduk, lalu pelan-pelan kembali mengangkat kepala dan kembali menatap mata penonton itu dengan lebih tajam. Benarkah? Oghh...lalu berlari dengan menari-nari.

Hara Kiri - Monolog

gusmel riyadh


 MONOLOG: HARA-KIRI (SEPPUKU)


Diangkat dari puisi Mineko Ohkami, Puisi Kematian
Naskah Zohri Junedi


DITENGAH PANGGUNG DUDUK SESEORANG TUA, DIAM, PENUH PENYESALAN, DULUNYA IA PEJUANG BANGSA, TAPI SEKARANG IA HANYA SEORANG PENGKHINAT ATAS DIRI SENDIRI

Puisi kematian ini kupersembahkan untuk diriku
Aku yang mendambakan ajal
Aku yang menantikan saat jiwaku menghilang
Aku yang menantikan saat jiwaku menghilang dari dunia ini

Puisi kematian kupersembahkan ini untuk diriku
Aku yang telah memenggal kepalaku sendiri
Aku yang berkali-kali mengarahkan pedang ke leher ini
Aku yang telah banyak membunuh bangsaku sendiri untuk melampiaskan perasaanku