End Game - Naskah Drama oleh Samuel Beckett

Selasa, 08 Oktober 2013 gusmel riyadh

Naskah Drama
END GAME
Karya Samuel Barclay Beckett


 DRAMATIC PERSONAE


K L O V

H A M

N A G

N E L



TIGA BUAH TONG BERJAJAR DIPANGGUNG, DIDALAM TONG2 INI, KLOV-HAM-NEL MASING2 BERSEMBUNYI. BEBERAPA BINGKAI JENDELA MENGGANTUNG DIUDARA SETINGGI MANUSIA, MENGHADAP KE ARAH PENONTON. DI SEBELAHNYA AGAK MEPET KE ‘WING’ ADA TANGGA TALI MENUJU KE ATAS. TUMPUKAN LEVEL DI SEBELAH KANAN BELAKANG, MIRIF KUBUS, TAMPAK NAG DUDUK MIRING  STATIS DIATAS KUBUS INI, MENGHADAP KE ARAH PENONTON. SEBUAH KOTAK KUBUS YANG LAIN (TANPA TUTUP) JUGA TAMPAK BERADA DI PINGGIR PANGGUNG BAGIAN DEPAN, DALAM KUBUS INI BERISI TEPUNG.

PANGGUNG GELAP, KECUALI SEBUAH SPOTLIGHT MENYOROT REDUP KE ARAH NAG. TERDENGAR SUARA MUSIK MONOTONE BEBERAPA SAAT. VOLUME MUSIK MAKIN LAMA MAKIN KERAS, HINGGA BISING. KEMUDIAN MUSIK FADE OUT. DISUSUL LAMPU SPOTLIGHT YANG LAIN SECARA MENDADAK MENYOROT TERANG KE ARAH TONG KLOV, LALU KLOV PERLAHAN MENYEMBULKAN KEPALANYA DARI DALAM TONG SAMPAI SEBATAS LEHER. DIAM BEBERAPA DETIK LALU BICARA.

KLOV            (Datar Tersendat-Sendat)
Ber-akhir. Ini sudah ber-akhir. Men-de-kati  ber-a-akhir. Ini hampir se-ge-ra ber-akhir.

(Pause)

Anak Wayang

gusmel riyadh


Naskah teater
Anak Wayang
Karya  M. J. Widjaya



BABAK I

SENJAPUN MENGHAMPIRI DESA KENOK, MASUT SEDANG DUDUK DUDUK
DI BALAI BAMBU DENGAN RUGUNYA

MASUT
Guru, terimakasih banyak atas ilmu yang berikan kepadaku, apalah artinya diriku andai
tidak ada guru.

GURU
Masut, masut! Kamu harus tahu, barang siapa seseorang mempunyai ilmu walaupun
sedikit harus diberikan kepada orang lain.

TIBA TIBA ISTRI MASUT MEMBAWA TEH HANGAT

ISTRI MASUT
Akan lebih baik kalau mengobrol sambil meminum teh hangat

GURU
Bisa saja istri kamu!

TIBA TIBA MUNCUL TIGA ORANG PENGAWAL KERAJAAN

PENGAWAL 1
Maaf, guru! Ada perintah dari paduka raja yang harus saya beritahukan kepada guru

KAMIT (sandiwara bahasa jawa)

Selasa, 01 Oktober 2013 gusmel riyadh

KAMIT
Sandiwara Basa Jawi
Dening: Gusmel Riyadh


“perkara nyumbang wis owah dadi utang piutang….”
SINOPSIS
Lakon Kamit adalah sebuah kritik sosial yang mengisahkan tentang kehidupan masyarakat bawah. Cerita ini menyoroti tentang budaya nyumbang/njagong. Disadari atau tidak bahwa budaya nyumbang yang berkembang di masyarakat sekarang ini telah bergeser makna menjadi semacam utang piutang. Kelompok Bandul Nusantara mengangkat wacana ini melalui sebuah lakon Kamit.

Adalah seorang pria miskin bernama Kamit, beristrikan Suli, perempuan yang mempunyai kegemaran yang unik, yakni nyumbang. Di mata Kamit, apa yang dilakukan istrinya adalah semacam pemborosan. Betapa tidak, perilaku nyumbang istrinya bukan lagi semata-mata karena keikhlasan melainkan sudah diikuti beberapa kepentingan lainnya, misalnya: menjaga gengsi di mata teman atau tetangga, merasa punya hutang karena dulu pernah disumbang.

Sayangnya, kepentingan tersebut tidaklah didukung oleh finansial yang memadai. Akibatnya, untuk memburu keinginannya itu Suli menjual barang-barang rumah tangga selain hutang sana-sini. Hal itulah yang selalu memicu amarah Kamit, suaminya. Pertengkaran tak bisa dielakkan. Terlebih ketika muncul isu bahwa Suli telah mencuri seekor kambing milik Mbah Jebrak, tetangganya. Konflik memuncak dan kejutan-kejutan akhir akan menjawab rasa penasaran para penonton.

Lakon ini akan didominasi oleh dialog-dialog berkultur Jawa. Pengadeganan pun sebisa mungkin dikonsep realis berbasis kultur Jawa pula. Lakon Kamit nantinya tidak hanya menjadi sebuah tontonan komedi yang sarat kritik sosial melainkan juga sebagai pengingat bahwa kita masih memiliki bahasa Jawa yang cocok untuk sebuah tontonan modern.

Lakon Kamit Karya Gusmel Riyadh. Dipentaskan pertama kali oleh Teater NGLILIR SMA N 1 Karanganyar dan kemudian disempurnakan melalui pentas Kelompok Bandul Nusantara

Monolog KERINDUAN TERHADAP CITA

Kamis, 20 Juni 2013 gusmel riyadh

Monolog

KERINDUAN TERHADAP CITA
Achmad dayari


SEORANG MASUK KEDALAM PANGGUNG DENGAN MENGGUNAKAN PAKAIAN ANAK SD, IA BERLARI-LARI DAN BERNYANYI SELAYAKNYA ANAK SD, NAMUN TIBA-TIBA IA TERDIAM DAN MENJADI MURUNG, TIDAK LAMA KEMUDIAN IA MENANGIS

Sebetulnya aku bukan anak SD, sebenarnya aku bukan anak kecil, sesungguhnya aku bukan anak-anak, tapi aku seorang wanita muda yang berusia 2 kali lipat dari seorang anak SD, aku seorang mahasiswa yang berkuliah di sebuah Universitas ternama di kota ku, tapi seringkali akau merasa aku bukan seorang civitas akademika, aku sering merasa aku ini seorang anak-anak, karna aku sering  rindu pada masa anak-anak, mungkin karna dulu akau tidak pernah memiliki masa anak-anak,

INDONESIA

gusmel riyadh

INDONESIA

Diangkat dari Cerpen Putu Wijaya : Indonesia
Written By Zohry Junedi

Aktor :
1. Eman, Karyawan Swasta
2. Pak RT
3. Assisten Pak RT
4. Polisi
5. Tahanan I (Pembunuh)
6. Tahanan II (Copet Kambuhan)
7. Tahanan III (Sodomi/ Cabul)
8. Tahanan IV (Mutilasi)
9. Tahanan V (Penganiayaan)
10. Tahanan VI (Preman)
11. Wartawan I
12. Wartawan II
13. Wartawan III
14. Kameramen
15. Dewi Dyah Permata, Anak Assisten Pak RT

KAKUS

gusmel riyadh

KAKUS
NASKAH: WAHYANA GIRI MC
wahyana_giri@yahoo.co.id


sAtu


PANGGUNG GELAP. PERLAHAN KETIKA LAMPU PANGGUNG MULAI MENYALA, PERSIS DI ATAS PANGGUNG NAMPAK SEBUAH BANGUNAN SEMACAM WARUNG MAKAN SANGAT SEDERHANA,  BAHKAN DIBANDING BACK GROUND BANGUNAN-BANGUNAN YANG ADA DI PANGGUNG ITU, WARUNG MAKAN ITU JUSTRU NAMPAK PALING KUMUH.

MATAHARI PAGI ITU TIPIS MENYOROT SEORANG PEREMPUAN MUDA, CANTIK YANG TENGAH MENYIAPKAN DAGANGAN DI WARUNG ITU. PEREMPUAN ITU NAMPAK CERIA, BAHKAN LEBIH TERKESAN GENIT KETIKA TIBA-TIBA SEORANG LAKI-LAKI MUDA LANGGANANNYA DUDUK DI SALAH SATU KURSI DI WARUNG ITU.

DRAMA MUSIKAL Karma DALEM BONCEL

gusmel riyadh

DRAMA MUSIKAL
Karma DALEM BONCEL 

Naskah ROSYID E. ABBY 
re_abby@yahoo.com
 (Diangkat dari Cerita Rakyat Priangan, untuk pengadaan naskah ”Festival Drama Musikal II” Teater Bel Bandung, 2012)

SINOPSIS 
 Untuk meringankan kehidupan kedua orangtuanya, yang sehari-hari bekerja mencari kayu bakar di hutan, Boncel bekerja pada seorang hartawan yang pelit dan kejam. Tugasnya mencari rumput dan membersihkan kandang Si Paser, kuda kesayangan majikannya itu. Meskipun rajin bekerja, tak jarang Boncel dimarahi majikannya, bahkan sampai dipukuli. Suatu pagi, seperti biasanya, ia mencari rumput ke huma dan ke hutan. Namun seharian ia tak mendapatkan rumput segar. Karena takut dimarahi, ia tak pulang ke rumah majikannya itu, juga ke rumah orangtuanya. Ia pergi meninggalkan desanya, Desa Kandangwesi, di kaki Gunung Giriawas. Beberapa hari kemudian, ada beberapa pemburu yang mengajaknya ke Garut. Di sana,

Saling Maling

gusmel riyadh

SALING MALING

RYAN HERDIANSYAH

 CP: 083866559003 / TEATER DeLIK FAKULTAS HUKUM UNS
PROLOG
PENCAHAYAAN HANYA FOKUS KE PAK LURAH YANG SEDANG BERPIDATO
Tentu saja kejadian ini berhasil membuat keadaan dikelurahan kita ini bergejolak, rumah kita bersama yang seharusnya damai sekali lagi telah dirusak. Untuk itu marilah bersama-sama kita perangi, mulai dari diri kita sendiri. Biarlah dengan tertangkapnya bu linda, bendahara kelurahan kita, menjadi titik akhir dari serangkaian kasus korupsi yang terus menghantui kelurahan kita. Ini era kleptokrasi, kita mesti lihai, jangan cuma diam!
(KEADAAN MULAI RIBUT, WARGA DISEBAR DISEKITAR PENONTON DAN MENERIAKAN “HIDUP PAK LURAH!” SECARA BERULANG-ULANG)
SATU
DIMULAI DENGAN MUSIK PEMBUKA, SUASANA SEAKAN-AKAN RICUH DIIRINGI DENGAN PEMUSIK YANG MEMBUNYIKAN KENTONGAN SAMBIL MENERIAKKAN KALAU SEDANG ADA MALING. SETELAH MUSIK SELESAI LAMPU PANGGUNG MULAI MENYALA, SUASANA WAKTU ITU PAGI MENJELANG SIANG, SEKITAR PUKUL 10. DISEBUAH POS KAMLING SEBUAH KAMPUNG YANG TERTUTUP, KALAU PAKAI KACA DIBUAT SEBISA MUNGKIN TAMPAK DIDALAMNYA GELAP TANPA PENERANGAN, TAMPAK TOMO SEDANG MEMERIKSA SEKITAR SUDUT PANGGUNG DAN ELSA SUDAH DUDUK DI TEMPAT DUDUK DEPAN POS KAMLING PERSIS.

ASBAK DAN TAMU DI MALAM HARI

Kamis, 06 Juni 2013 gusmel riyadh

ASBAK DAN TAMU DI MALAM HARI
Arifiani Amalia*
an.hyegyo@gmail.com


Para Pelaku

Pak RT            : ketua RT 01 kampung Tamansari, usia empat puluh tahun
Prapto              : pengusaha tekstil, tetangga baru/ orang pindahan, usia tiga puluh
                          empat tahun
Tomo               : mahasiswa indekos, usia dua puluh empat tahun
Andre              : mahasiswa indekos, usia dua puluh dua tahun
Ibu kos                        : pemilik rumah kos, umur empat puluh lima tahun
Mirna               : tetangga ibu kos, perempuan bekerja usia dua puluh lima tahun
Sutiyah            : ibu Mirna, membuka toko pracangan, usia empat puluh tujuh tahun
Lisa                 : anak perempuan ibu kos, usia tujuh belas tahun, kelas 2 SMA
Didi                 : adik Lisa, anak bungsu ibu kos, usia lima tahun
Figuran           : orang misterius dan tukang sayur

ANGGUR TERAKHIR MONOLOG Didik Wahyudi

gusmel riyadh


ANGGUR TERAKHIR :
SEBUAH MONOLOG
Karya Didik Wahyudi
03177570816 / bungabianglala@gmail.com

LAMPU PANGGUNG MEREGANG: SEBUAH RUANGAN DI DALAM RUMAH. SEORANG PEREMPUAN ENTAH APA YANG DIKERJAKANNYA.

SEPI, SAMPAI PEREMPUAN ITU BICARA:

Luar negeri. Saya akan pergi ke luar negeri. Sebuah tempat dimana kehidupan saya akan bersambung. Menjadi sebuah jalan, yang entah menuju kemana. Tapi yang pasti saya akan mendapatkan pekerjaan yang lebih jelas. Tidak lagi terombang-ambing di antara kesepian dalam hati kecil saya dan para lelaki yang selalu memuja suara saya. Tubuh saya.